
Staf UTIPD Mengikuti Bimtek Pelayanan Publik Inklusif
BANJARMASIN — Dalam upaya mewujudkan kampus yang ramah disabilitas dan setara bagi seluruh sivitas akademika, Bagian Umum Rektorat UIN Antasari Banjarmasin menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelayanan Publik Inklusif pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung baik ini dihadiri langsung oleh pucuk pimpinan universitas, yakni Rektor UIN Antasari Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd., serta Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian (AUPKK) Dr. H. Zainal Ilmi, S.Ag., M.Pd.I.
Guna memberikan pemahaman yang komprehensif dan praktis, Bimtek ini menghadirkan instruktur langsung dari komunitas sahabat tuli serta Juru Bahasa Isyarat (JBI) dari Sekolah Luar Biasa (SLB). Kehadiran para instruktur ini memberikan perspektif nyata mengenai tantangan dan kebutuhan penyandang disabilitas dalam mengakses layanan publik, khususnya di lingkungan perguruan tinggi.
Turut hadir dalam kegiatan ini adalah perwakilan dari Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (UTIPD) UIN Antasari, yaitu Rahmad Oktavianto, S.Kom., dan April Liyani, S.Kom. Keikutsertaan delegasi UTIPD membawa angin segar bagi transformasi digital kampus yang lebih merangkul semua kalangan.


Pentingnya Bimtek Inklusif bagi Layanan IT
Bagi UTIPD, bimbingan ini memiliki urgensi yang sangat tinggi. Di era digital saat ini, ujung tombak pelayanan akademik dan administratif kampus sangat bergantung pada sistem informasi dan teknologi. Pemahaman mengenai pelayanan publik yang inklusif menyadarkan pengelola IT bahwa layanan digital tidak hanya diukur dari kecepatan dan keamanan data, melainkan juga dari tingkat aksesibilitasnya.
Mahasiswa maupun dosen dengan kebutuhan khusus, seperti gangguan pendengaran atau penglihatan, memiliki hak yang sama untuk mengakses portal akademik, e-learning, hingga layanan helpdesk IT tanpa hambatan. Oleh karena itu, pelatihan langsung dari sahabat tuli dan JBI ini menjadi pondasi bagi UTIPD untuk merancang teknologi yang tidak diskriminatif.
Melalui langkah-langkah inovatif ini, partisipasi UTIPD dalam Bimtek Pelayanan Publik Inklusif diharapkan tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar bertransformasi menjadi aksi nyata. UIN Antasari Banjarmasin kini selangkah lebih maju dalam membuktikan komitmennya sebagai kampus unggul yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan kesetaraan di ranah digital.
(Red/Okta)



